Kimia Unsur


Materi Unsur-Unsur Utama - Kimia SMA Kelas XII
 Anggota unsur utama adalah unsur-unsur dalam golongan A(IA – VIIIA) # Sifat-sifat fisika unsur-unsur utama golongan IA dan IIA dari atas ke bawah dalam tabel periodik antara lain energi ionisasi makin kecil, dan jari-jari ion makin besar. Adapun sifat kimianya adalah sangat reaktif, sifat logamnya bertambah (dari atas ke bawah dalam tabel periodik); bereaksi dengan oksigen, unsur halogen, air, asam encer, dan amonia. # Unsur-unsur golongan IIIA tidak sereaktif golongan IA dan IIA. Boron dapat bereaksi dengan unsur halogen, membentuk asam oksi, larut dalam air dan membentuk molekul-molekul ion raksasa dengan atom oksigen. Adapun garam aluminium akan mengkristal dalam larutannya sebagai hidrat. # Karbon dan silikon tidak reaktif pada suhu biasa. Karbon bereaksi langsung dengan fluor. Jika karbon dibakar dalam udara yang terbatas menghasilkan karbon monoksida. Karbon dapat membentuk ikatan kovalen tunggal, dan rangkap untuk membentuk senyawa organik. # Silikon bereaksi dengan halogen; jika dipanaskan membentuk oksida; membentuk garam dari asam oksi dan membentuk molekul-molekul dan ion-ion raksasa dengan atom oksigen. # Nitrogen dan fosfor  mempunyai energi ionisasi pertama yang cukup besar, yaitu masing-masing 1.406 kJmol -1dan 1.066 kJmol-1. Nitrogen dapat bereaksi dengan oksigen dengan bantuan bunga api listrik tegangan tinggi. Selain itu nitrogen juga dapat bereaksi dengan fluor membentuk nitrogen trifluorida dan bereaksi dengan logam membentuk nitrida ionik. Adapun fosfor bereaksi dengan logam IA dan IIA membentuk fosfida, bereaksi dengan halogen membentuk trihalida. Selain itu  fosfor juga membentuk asam okso fosfor. # Oksigen membentuk senyawa dengan semua unsur kecuali dengan gas mulia. Adapun belerang mudah bereaksi dengan semua unsur, kecuali emas, platinum dan gas mulia. #Sifat-sifat fisika unsur halogen dari atas ke bawah dalam tabel periodik antara lain energi ionisasi makin kecil, jari-jari ion makin besar, dan potensial elektrode standar makin kecil. Unsur-unsur halogen dapat bereaksi dengan air, hidrogen, halogen, logam, hidrokarbon, serta dengan nonlogam dan metallid tertentu. Unsur halogen memiliki kereaktifan yang menurun dari fluor hingga iod. Unsur-unsur gas mulia memiliki titik leleh dan titik didih yang rendah. Sekarang telah dapat dibuat senyawa dari unsur xenon, yaitu XeF2, XeF4, XeF6. Unsur natrium terdapat di alam sebagai senyawaan, antara lain sebagai natrium klorida yang terlarut dalam air laut, natrium nitrat, natrium karbonat. Natrium klorida (garam dapur) banyak diusahakan di Pulau Madura. Kalium terdapat di alam juga sebagai senyawaan, antara lain silvinit, karnalit, akinit dan garam abu yang dihasilkan dari pembakaran tumbuhan darat. Kalsium di alam terdapat dalam senyawa kalsit, batu gamping, pualam, batu karang, dan gips. Cadangan batu kapur terbesar berada di Sumatra Barat. Adapun magnesium di alam terdapat dalam senyawa magnesit, dolomite, karnalit, asbes dan mika. Dolomit ditemukan di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, dan Papua. Boron ditemukan di alam dalam senyawaan seperti silica, silikat, dan borat. Senyawa boron yang melimpah adalah asam borat, dan boraks. Aluminium di alam sebagai senyawa batu menikam, tanah liat, kriolit, dan bauksit. Bauksit banyak diperoleh di Kepulauan Riau dan Pulau Bintan. Karbon terdapat di alam  dalam keadaan bebas sebagai intan dan grafit. Nitrogen terdapat di udara sebagai N2. Adapun fosfor tidak ditemukan di alam dalam keadaan bebas, melainkan dalam senyawa apatit dan fosforit yang terdapat pada tulang hewan menyusui. Apatit terdapat di Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur dan Pulau Jawa. Belerang terdapat dalam keadaan bebas di gunung berapi sebagai senyawaan dalam pirit, sfaterit, galenit, gips, barit dalam zat putih telur. Klor terdapat di alam dan bergabung dengan unsur lain membentuk senyawa garam dapur, kalium klorida dan magnesium klorida. Sumber air iodium terdapat di Mojokerto (Jawa Timur). Senyawaan fluor adalah fluorit dan kriolit. Semua unsur gas mulia dapat ditemukan di atmosfer. Natrium dapat diperoleh dengan cara elektrolisis NaCl menggunakan sel Downs. Sedangkan senyawa natrium klorida dapat diperoleh dengan menampung air laut di tambak dan membiarkan airnya menguap sehingga yang tertinggal adalah garam dapur. Adapun senyawa natrium karbonat dapat diperoleh melalui elektrolisis larutan NaCl dengan diafragma, dan proses Solvay. Unsur kalsium diperoleh dengan cara elektrolisis CaCl2 cair, dan diperoleh hasil samping gas klorin. Unsur aluminium diperoleh melalui proses Hall. Adapun unsur boron diperoleh dengan mereduksi boron oksida dengan magnesium atau aluminium. Unsur nitrogen, oksigen dan unsur gas mulia diperoleh dengan penyulingan bertingkat udara cair. Adapun senyawa amonia diperoleh melalui proses Haber-Bosch, dan senyawa asam nitrat dibuat dengan proses Haber-Ostwald. Fosfor dibuat dalam tanur tinggi listrik dengan memanaskan fosforit, pasir, dan kokas. Unsur belerang diperoleh dengan pompa Frasch. Adapun senyawa asam sulfat dibuat dengan proses kontak. Unsur natrium memiliki kegunaan antara lain untuk lampu natrium dan pembuatan senyawa organik. Natrium hidroksida digunakan dalam pembuatan sabun. Natrium klorida sebagai bahan pengawet makanan seperti sayur, telur, dan ikan; dan pendingin dalam pembuatan es krim. Natrium hidrogen karbonat  sebagai pengembang kue, dan penghilang bau tengik dari mentega. Natrium nitrat dipakai sebagai pupuk buatan. Magnesium banyak digunakan untuk pembuatan logam campur dan dipakai untuk membuat rangka  pesawat terbang. Aluminium digunakan untuk membuat peralatan rumah tangga, rangka mobil dan pesawat terbang. Silikon digunakan sebagai bahan baku pada kalkulator, transistor, komputer dan baterai solar . Nitrogen sebagai bahan pembuatan amonia, bahan pembeku dalam industri makanan. Adapun fosfor merah digunakan untuk membuat batang korek api. Belerang digunakan untuk memberantas jamur dan memasak getah karet. Asam sulfat berguna dalam laboratorium untuk analisis, sebagai bahan pupuk, cat, dan  pembuatan asam. Oksigen bermanfaat untuk pernapasan, sedangkan ozon sebagai bahan pemusnah hama air minuman. Klor digunakan dalam industri kertas  dan tekstil, pemusnah kuman, dan zat warna organik. Iod digunakan dalam obat-obatan sebagai kalium iodida dan iodoform. Helium digunakan sebagai pengisi balon udara, argon, dan neon digunakan sebagai pengisi lampu. Selain bermanfaat, unsur-unsur utama juga memiliki dampak negatif, antara lain karbon dioksida menimbulkan efek rumah kaca, CFC menyebabkan tipisnya lapisan ozon, kloroform menyebabkan kerusakan hati dan ginjal, gas hidrogen sulfida sangat beracun dan dapat menimbulkan kematian, asam sulfat menyebabkan korosi. .

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

0 Response to "Kimia Unsur"

Posting Komentar